Beranda / PUISI / PENIPU RAKYAT

PENIPU RAKYAT

Karya Sunaryo, S.Pd.

Di sana sang berapi memuntahkan larva,

dan di sini hatimu hampa,

entah bagaimana bentuknya

karena apapun, toh kuyakin yang kau miliki tak berisi

serupa otakmu yang bolong

kebanyakan omong kosong…..

semalam hujan tak berhenti,

entah apa kau masih kedinginan

di balik selimut kulitmu yang berlemak

menimbun onak……

yang pasti di sini mereka sampai membeku

diguyur hujan airmata

yang membasahi bumi ibuku…..

kehilangan sanak famili

sementara kalian sibuk bersafari…

sepertinya kemarau memang sedang bersembunyi,

entah ia memilih sungai atau lorong yang sepi?

karena tak kutemuinya beberapa pekan ini

saat gunung-gunung bergolak,

saat darah dalam tubuh menggelegak,

melihat tingkah mereka yang Kocak,

justru rinai menambah duka

yang merajalela bersama larva dan banjir nestapa

yang entah kapan ujungnya…

aku ingin mengerti mengapa begitu banyak keganjilan

dalam runtutan adegan kesedihan,

namun bahkan mereka yang tak merasa berdosa pun

tak sanggup memberiku jawaban

apakah aku harus bertanya pada para  pendusta

yang membusungkan dada

dengan kepala bercula dua,

yang menutup mata

melenggang di negeri tetangga?

bahkan mungkin mereka tak pernah membaca

berita tentang datangnya sangkakala

yang akan nyaring terdengar di akhir dunia

apakah suaranya masih bertalu?

bagi mereka yang kupingnya tlah dungu?

adakah benar mereka akan diterbangkan serupa anai-anai…??

sehingga kini masih dibiarkan terbuai?

dan Tuhan tidak akan menutup mata

bagi mereka yang buta

dan biarlah kini…

puaslah diri…

sombongkanlah hati…

busungkan dada tinggi-tinggi…

toh neraka konon tercipta begitu luasnya

sebagai pengganti

jika kelak kantormu kan miring beberapa senti

atau sampai tak muat lagi…

datang saja…

datang saja…

                                                Surabaya, 17 Juni 1997

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *